Bahwa kenyataannya saksi Widodo belum sampai di rumahnya karena sedang membeli nasi goreng tak jauh dari rumah saksi Widodo sepulang dari tempat saksi Widodo bekerja ; Bahwa kemudian terdakwa memarkirkan sepeda motor terdakwa di depan Masjid sekira berjarak 25 (dua putuh lima) meter dari rumah saksi Widodo, lalu terdakwa berjalan kaki ke rumah saksi Widodo dan sesampainya di depan pintu rumah, terdakwa sempat mengucapkan salam "assalamualaikum" sebanyak 2 (dua) sampai 3 (tiga) kali, kemudian dari dalam rumah, korban Sri Roswati atau biasa sehari-hari dipanggil dengan sebutan Enci menyahut "siapa?", terdakwa hanya diam saja dan pintu tidak juga dibuka dari dalam. Karena tidak dibukakan pintu, kemudian terdakwa langsung mematikan sekring (MCB) listrik yang terietak di luar rumah, tepatnya di depan pintu rumah sehingga seluruh lampu di rumah tersebut mat! dan suasana rumah tersebut menjadi gelap, kemudian korban Sri Roswati berteriak "tolong-.tolong!!". Kemudian terdakwa langsung mendobrak pintu depan rumah sebanyak 2 (dua) sampai 3 (tiga) kali sehingga pintu tersebut rusak dan dapat terbuka paksa, dan pada saat korban Sri Roswati berusaha menahan agar pintu tersebut tidak terbuka dengan cara mendorongnya, pintu tersebut terdorong dan mengenai wajah terdakwa dan hal tersebut membuat terdakwa emosi, lalu mendorong balik dengan sekuat tenaga sampai pintu teriDuka ; Bahwa setelah pintu depan rumah terbuka, lalu terdakwa melihat korban Sri Roswati lari masuk ke dalam rumah, lalu disusul terdakwa kemudian ikut masuk ke dalam rumah dan menutup pintu depan tanpa menguncinya karena pintu tersebut telah rusak akibat sebelumnya didorong terdakwa ; Bahwa selanjutnya terdakwa segera mengejar korban Sri Roswati yang lari ke dalam kamar korban Amelia dan saksi Alvian, segera pintu kamar tersebut ditutup oleh korban Sri Roswati, kemudian pintu kamar tersebut terdakwa dorong dan terdakwa dobrak sampai pintu kamar tersebut juga terbuka; Bahwa setelah pintu kamar tersebut telah terbuka karena telah didobrak oleh terdakwa, korban Sri Roswati berteriak meminta tolong, lalu terdakwa beri^ata "diam!" dan terdakwa langsung mengambil pisau dari dalam tas selempang, kemudian korban Sri Roswati lari ke pojok kamar sambil membawa handphone lalu terdakwa mendorong korban Sri Roswati ke arah tembok di belakang pintu dengan memepetnya dan langsung menusukkan pisau tersebut ke arah badan kortsan Sri Roswati dari arah belakang atau 66

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents